Tuesday, August 24, 2010

3D : Duit Dinar Dirham

Salam ~

Mengapa kita disarankan untuk menggunakan Dinar dan Dirham sebagai matawang? 

Tengok video menarik ni :


Sunday, August 22, 2010

JR 16

Salam ~

Just finished watching Jejak Rasul 16. Episod ulangan semalam yang tak sempat nak tengok.

Honestly, aku jarang ikut cerita ni sejak mula-mula ditayangkan dulu.

Tak tau kenapa. Rasa sangat rugi pulak. 

This year, aku cuba untuk setiap hari menonton Jejak Rasul. If tak sempat, tengok o9. Luckily there is on TV3 website.

And tahun ni jugak, theme yg dikupas oleh JR16 sangatlah menarik iaitu Trilogi Suara Kebenaran yang merangkumi 3 bahagian iaitu menjejaki serta mengenali Srikandi-srikandi Islam yang gigih memperjuangkan Islam, mengenali Yahudi & Bani Israel dan penekanan kepada erti Jihad & Perjuangan.

Memasuki fasa kedua ramadhan, isu yang sedang dikupas ialah mengenai Yahudi & Bani Israel. Antara persoalan yang cuba dirungkai ialah : Siapa sebenarnya golongan ini? Adakah Islam dan Israel saling memusuhi? 

Haa..tu yang aku nak tau sangat tu. Kesimpulan bagi episod semalam ialah, menurut seorang ulama' tempatan di badan tertinggi hal-ehwal Islam Palestin, Israel membawa maksud: tentera/hamba Allah ( El bermaksud Allah manakala Isra bermakna tentera/hamba ). Israel adalah gelaran yang diberi kepada seorang nabi iaitu Nabi Yaakub a.s, maka Israel ialah Nabi Yaakub a.s dan bukannya sebuah kerajaan haram yang menindas warga Palestin kini.

Wallahua'lam.


P/s:  Nak tahu lebih banyak lagi!

Saturday, August 21, 2010

Yang tak bisa diucapkan ayah

Salam,

Ini entry copy paste :P 
Di emel oleh seorang sahabat buat renungan terutama kepada mereka yang punya ' BINTI ' di nama.

**********




Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa rindu sekali dengan ibunya..Lalu bagaimana dengan AYAH?

Mungkin kerana ibu lebih sering menelefon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelefonmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dr bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang khabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik basikal .Dan setelah ayah mengganggapmu sudah boleh menunggangnya, ayah akan melepaskan roda bantu di basikalmu .Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu ayahnya, jangan ditanggalkan dulu roda bantunya", itu kerana ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka....

Tapi sedarkah dikau?Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu
mengayuh basikal dengan seksama kerana dia tahu puteri kecilnya PASTI mampu melakukannya.

Pada saat kamu menangis merengek meminta alat permainan yang baru, ibu menatapmu hiba.Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.
Saat kamu ditimpa sakit , ayah lah yang terlalu khawatir sampai kekadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di beritahu! kamu jangan minum air sejuk!".Berbeza dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhuatirkan keadaanmu..

Ketika kamu sudah beranjak muda remaja..Kamu mulai menuntut pada ayah untuk mendapat keizinan keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu?Kerana bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
berharga..Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ayah.Tahukah kamu,bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?


Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering menelefonmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berbuall berdua di ruang tamu..Sedarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khuatirdan bimbang.Dan setelah perasaan khuatir itu berlarut - larut.Ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan memarahimu..Sedarkah kamu, bahwa ini kerana hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang? "Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"
Setelah lulus SPM, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Doktor atau Engineer. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi ayah tetap tersenyum dan menyokongmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.ayah harus melepaskanmu di bandar.Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat.Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu kesempitan wang untuk membiayai perbelanjaan semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru, dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak boleh!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu".Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu berjaya sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "puteri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Kerana Ayah tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat ayah melihatmu duduk di kerusi pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya mampu menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita solehahyang cantik....Bahagiakanlah dia bersama suaminya...rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah"

Setelah itu Ayah hanya mampu menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....Ayah telah menyelesaikan tugasnya....Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU MAMPU" dalam segala hal.


Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Daddy kita...tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.

wallahu a'alam.


P/s: Sayang ayah...

Friday, August 20, 2010

Nostalgia

Salam ~

Ramadhan dah pun masuk ke fasa kedua. Cepat betul masa berlalu...
Apa telah kita maksimumkan 10 hari pertama Ramadhan kita? Peringatan buat diri dan sahabat-sahabat untuk sama-sama bermuhasabah kembali...

Semalam, kami sekeluarga berbuka puasa di rumah atuk. Atuk sebelah emak. Atuk sebelah ayah tinggal kat rumah mak lang sepanjang bulan puasa ni. Takde can lah nampaknya nak berbuka dengan Tok Gayah. Kat rumah Tok Minah, alhamdulillah dah dua kali kami dapat berbuka bersama-sama. Gembira benar atuk dapat berbuka bersama cucu-cucunya.

Malam semalam jugak boleh aku katakan sebagai malam nostalgia. Sementara menunggu waktu berbuka, ayah dan mak berkongsi cerita-cerita lama. Nostalgia indah mereka di bulan Ramadhan masa kecik-kecik dulu. Jeles rasanya mendengarkan kisah-kisah mereka. Zaman kanak-kanak yang tak mungkin sama dengan zaman kanak-kanak kita dan tak mungkin akan sama lagi untuk generasi-generasi baru zaman kini.

******

Ayah : Dulu-dulu budak-budak la yang paling seronok skali time bulan puasa. Time mak ayah pi terawikh, budak-budak pun pakat ramai-ramai ikut. Tapinya nak pi main la, bukan sembahyang pun. Time yang paling kami suka, time moreh.

Mak : Betul-betul. Habih satu kampung kami berlari. Moreh dulu-dulu pun best pasal orang akan bawak juadah masing-masing untuk dikongsi. Dapatlah merasa pelbagai jenis juadah.

Ayah : Tapi, kat tempat kami, budak-budak nakal. Selalunya, kalau ada yang buat bubur kacang atau kanji misalnya, ada la yang terkena nanti. Budak-budak lagi suka kalau ada makanan macam mi ke, bihun ke, kami kurang gemar makan bubur-bubur ni. Geng yang nakal-nakal ni, masa orang tengah solat, diorg akan amik bubur kacang dan tuang dalam kasut orang. Sape yang pakai kasut bertutup, memang akan jadi mangsa sasaran budak-budak ni la..hahaha

Aku : Biar betul ? Sian kat orang tu..Nakal giler budak-budak tu ek.

Ayah : Lagi satu, kami suka letak mercun yang bertali-tali tu kat tayar basikal orang. Bila tuan punye basikal tu kayuh je, meletup-letup la mercun tu. Mau tak terkejut diorang! Ada je akal diorang nak kenakan orang..Kalau time petang-petang pulak, biasanya ramai budak yang ambik upah jual ais batu. Diorang akan ambik ketul-ketul ais yang berbentuk kiub besar from kilang cina kat pekan. Ais tu nanti akan disalut dengan serbuk-serbuk kayu sebelum disimpan dalam kotak kayu. Nak elakkan ais cepat cair. Then, bila dah penuh kotak tu, diorang akan kayuh basikal keliling kampung untuk jual ais-ais tu. Sebongkah tu harganya baru 10 sen satu. Buat kerja tu pun sebab nak cari duit lebih untuk sambut raya. 

Mak : Aah, kami ni kalau dapat tukar baju baru pun masa raya je lah. Setahun sekali je. Tak macam budak-budak sekarang, sangat beruntung. Nak je baju baru, mak ayah boleh belikan. Tu pun tak reti nak bersyukur lagi...

*****

Haa, cam tu la antara ceritanya. Tak pernah pulak aku rasa benda-benda camtu. Apa pun, nostalgia sambut puasa zaman kanak-kanak mesti semua orang ada, cuma akan berbeza mengikut tempat dan zaman. Lagipun, masa tu semua tak matang lagi, tak faham erti Ramadhan sebenar. Buat kita yang dah faham ni, seronok-seronok jugak, amal ibadah jangan dilupa. Tawaran hebat ni datangnya setahun sekali je tau!


Wednesday, August 18, 2010

Kembara II

Salam,


Oleh kerana aku berasa rajin, aku ingin kongsikan sedikit pembacaan aku mengenai pengalaman Ustaz Hasrizal Abdul Jamil di bumi khilafah Uthmaniyyah, Turki  yang telah beliau tulis dalam bukunya yang bertajuk “Secangkir Teh pengubat Letih” itu. Memang sangat tidak rugi untuk membaca buku ini kerana ada banyak ilmu serta pengajaran yang dapat diambil daripada perjalanan serta pengalaman beliau tersebut.  Ayuh kita membuat pengembaraan ringkas ke sana!

Turki, sebuah negara yang padanya Islam pernah gemilang yakni di sekitar era pemerintahan khilafah Uthmaniyyah. Mungkin kita takkan pernah menyangka bahawa kegemilangan itu akhirnya lenyap dan digantikan pula dengan penyakit sekularisme yang dibawa oleh manusia terkutuk bernama Mustafa Kamal Attarturk itu. Bagi mereka yang pernah melawat Turki, pasti ada yang mengatakan bhw Negara itu sudah sangat teruk keadaannya kerana membiarkan majalah-majalah lucah dijual secara bebas di kaki-kaki lima, pantai bogel di Izmir dan keruntuhan social yang amat menyedihkan. Pasti ada yang menjangkakan bahawa Islam di sana telah lenyap dimamah oleh sekularisme. Namun hakikatnya, menurut Ustaz Hasrizal yang sudah hampir lebih 20 kali beliau menjejakkan kaki ke bumi khilafah itu, Turki seharusnya dilihat dari dalam dan bukannya luaran semata-mata.

Menelusuri perjalanan beliau di Turki, terdetik di hati ini bermacam perasaan. Kagum dengan masyarakat Islamnya dan sedih dengan musibah yang menimpa mereka iaitu dengan kewujudan pelbagai krisis yang dibawa oleh musuh-musuh Islam. Turki sebenarnya tidak hanya mempunyai bahagian yang secular, tetapi masih ada kawasan yang kuat mempertahankan keislaman mereka. Jikalau kelompok sekularnya sangat jauh cara hidup mereka dari Islam, golongan yang islamik pula sangat komited berpegang dengan agama Allah ini. Bagi mereka, seolah-olah tidak pernah wujud manusia yang bernama Attarturk dan Ismet Inonu. Suasana dalam kalangan masyarakat Islam mereka masih terjaga elok, dan dengan semangat juang yang kental, mereka tidak pernah berhenti melawan bagi memastikan Islam akan mencapai kemenangan yang dijanjikan Allah suatu hari nanti. Mereka tidak pernah sekali-kali meletakkan senjata sedari era Badiuzzaman Said An Nursi, Adnan Menderes, Necib Fazil, Erbakan hinggalah Erdogan. Turki bukanlah lambang kejayaan sekularisme menguasai umat Islam tetapi ia adalah medan tempur antara Barat dan Timur.

Meneropong ke dalam masyarakat Islam di Turki, antara yang boleh kita ambil iktibar dan kagumi ialah betapa golongan ini sangat menghargai Islam dan kalamullah khususnya. Aktiviti menghafal Al-Quran sangat aktif dengan wujudnya banyak sekolah tahfiz yang walaupun sering menjadi sasaran tentera, namun ia tetap hidup demi melahirkan huffaz di kalangan umat Islam di situ. Rata-rata kanak-kanak yang berusia dalam lingkungan 10-12 tahun telah pun berjaya menghafal keseluruhan Al-Quran meski pun mereka tidak mampu berbahasa arab. Di sini dapat dilihat mukjizat Al-Quran itu adalah benar. Malah, apa jua pekerjaan seseorang itu, sebenarnya mereka itu terdiri daripada para penghafal Al-Quran.
Banyak lagi kelebihan yang terdapat pada masyarakat Turki. Antaranya, mereka ini sangat setia menonton siaran berita. Di Turki, siaran beritalah yang paling popular di kalangan masyarakat mereka. Semasa siaran berita, semua aktiviti yang sedang dilakukan akan diberhentikan seketika. Ini menunjukkan bahawa penyebaran maklumat tentang perkembangan semasa sangat meluas di sana. Budaya ilmu di sana juga dilihat amat baik dengan penterjemahan buku yang sangat meluas dan lebih attached dengan kolumnis dan penulis di akhbar. Malah perbualan di kedai-kedai kopi juga bukan sekadar cakap-cakap kosong tetapi berisi dengan topic-topik mengenai isu semasa yang timbul di akhbar pada hari itu. Mereka mempunyai buah fikiran serta idea yang tersusun dan suka berfikir. Budaya tekun mendengar penjelasan dan berfikir sebelum berkata-kaata memudahkan laluan perubahan.

Seperkara lagi, peda pengamatan ustaz, orang Turki ini sangat cermat terhadap perkara-perkara kecil dan halus. Perkara yang mungkin tidak memberi sebarang makna atau signifikan kepada kita amat dititik beratkan oleh mereka. Misalnya, mereka akan membasuh gelas sebelum menuang air minuman sedangkan gelas yang diambil dari rak pinggan itu telah pun dibasuh sebelum ini. Hinggakan kepada perkara seperti menamakan anak pun dititik beratkan oleh mereka. Kebanyakan orang Turki menggunakan nama Mehmet instead of Muhammad. Pada mereka, nama Muhammad itu dikhususkan kepada rasulullah SAW. Andai anak-anak  mereka dinamakan Muhammad, bimbang perbuatan tidak elok anak-anak ini akan dinisbahkan kepada nama semulia baginda nabi Muhammad SAW. Uniknya juga masyarakat Turki ini ialah ke’gila’an mereka terhadap teh. Kuatnya mereka minum teh sehinggakan setiap waktu tak kira pagi, tengahari, petang mahupun malam, teh pasti menjadi minuman utama. Teh mereka juga sangat menyegarkan dan takkan menyebabkan sakit perut kerana the akan dimasak terlebih dahulu. Teh direbus dengan air sehingga masak sampai serbuk teh menjadi lembut. Gula pula akan dihidang secara berasingan.

Namun, keadaan yang berlaku di Turki pada masa kini sangat menyedihkan terutama buat saudara-saudara kita yang beragama Islam. Penindasan demi penindasan serta krisis-krisis yang timbul amat menyakitkan. Mujurlah keimanan mereka masih utuh dalam menerima ujian ini. Antara krisis yang berlaku ialah kejatuhan mendadak matawang mereka iaitu Lira dalam masa yang singkat, kebanyakan institusi Islam ditutup, sekolah agama ditekan dan pusat hafalan Al-Quran pula dihapuskan. Tak cukup dengan itu, pelajar perempuan tidak dibenarkan bertudung atau sekiranya mereka berdegil, mereka akan digagalkan dari pengajian. Mereka terpaksa membuat pilihan antara IMAN dan IMPIAN. Bukan setakat di institusi pendidikan, di pejabat-pejabat awam juga larangan pemakaian tudung dikuat kuasakan. Malah di Parlimen juga! Semuanya berlaku sejak pengambilalihan kuasa oleh pihak tentera pada 28 Februari 1997. Mereka ini adalah golongan yang dibayangi oleh anggapan Attarturk sebagai Tuhan. Bumi khilafah itu makin parah dan kian berdarah. Ayuh kita panjatkan doa buat saudara-saudara kita di sana.

Oleh kerana itulah ustaz menekankan betapa pentingnya kita mempelajari sejarah agar pisang tidak berbuah dua kali. Kerana dengan mempelajari sejarah, kita memahami Sunnatullah yang mengatur kehidupan manusia. Pada sunnatullah itulah kita mengenal kitaran jatuh bangunnya mereka. Setelah diketahui akan sebab musabab terjadinya sesuatu, terhapuslah rasa hairan atau kagum yang melampau. Kita juga takkan mudah menelan bulat-bulat maklumat sejarah yang telah dieksploitasi oleh golongan orientalis. Erbakan pernah berpesan dalam ucapannya, “ Umat yang tak mahu menoleh kepada sejarah ialah umat yang rugi. Umat yang tiada sejarah, tiada baginya masa depan !”. Beliau turut memetik kata-kata Saidina Umar al Khattab r.a, “ Ambillah iktibar daripada sejarah. Kita adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam. Jika kita mencari kemuliaan daripada selainNya, kita akan dihinakan.”

Ini hanya sebahagian isi kandungan buku tersebut. Banyak lagi yang dibicarakan oleh ustaz dan boleh dijadikan pengajaran buat kita semua. Ni belum masuk bab keindahan serta kesan-kesan tinggalan sejarah yang ada di sana. Aku turut menyematkan impian untuk ke sana suatu hari nanti. Moga akan aku peroleh sesuatu yang berharga jika diizinkan Allah untuk mengembara di Turki. Moga apa yang baik kita jadikan amalan dan yang buruk kita jadikan tauladan dan cuba mengubahnya kea rah yang lebih baik. Wallahua’lam.

P/s: Post yang agak panjang aku kira. Maaf buat yang berasa lelah dan jemu untuk membaca. Sekadar ingin berkongsi sesuatu yang berharga.

Kembara

Salam ~

Alhamdulillah, aku telah habis mengembara di hari kedua.

Melihat sebuah negara yang dahulunya pernah gemilang tamadun Islamnya menerusi perspektif sang penulis.

Travelog tarbiyyah karangan Abu Saif dah pun aku tamatkan.

Berhajat nak kongsi sedikit tentang buku tersebut tapi masih ' belum rajin ' kata orang :P .

Aku tinggalkan dulu peribahasa Turki yang ada di dalam " Secangkir teh pengubat letih " itu.

*****

" Orang yang tidak pernah dibakar panas mentari, mustahil menghargai rimbun berteduh "

dan

" Teruskan berbuat baik dan lemparkan ia ke hamparan lautan. Andai ikan tidak terlihatkan ia, Tuhan sentiasa mengetahui-nya "

*****

Hayatilah.


P/s: Nak tulis version Bahasa Turki gak tapi font dye cam pelik. Takut jadik lain pulak.

Monday, August 16, 2010

Percaya

Salam,

Just wanna share this cute yet inspiring video. 
The key of success is to BELIEVE and make an ACTION on what do you believe for.
Moga bermanfaat :))



Sunday, August 15, 2010

Menuju puncak


Salam ~

Akhirnya, puncak gunung yang terkenal di Kedah berjaya kami tawan. Tapi tawan guna keta la.. :P
Memang excited tak terkira pada mulanya sebab dah lama sangat teringin nak naik Gunung Jerai tu. 
Nama jer kampung kat Kedah. Dah 21 tahun baru dapat naik.
Mulanya kami satu family bercadang nak bermalam kat atas tu.
Tapi, atas sebab2 yg tak dapat dielakkan, kami juz naik dan tengok je.
Tak kisahlah. Janji dah naik. And agak frust sebab takdelah best sangat pun atas tu.
Rasanya Bukit Larut Taiping lagi best. Apepun, dah dapat naik dah buat aku puas.
Lagipun penawanan ni boleh dikira macam cuti-cuti Msia ngan family. Ok la tu :)
Hah, layan le gambar ~

Gambar curi. Model di atas tak suke amik gambar :P
Kat pertengahan jalan ke puncak gunung. Ade muzium perhutanan. Mase ni tgh tutup.
Flora nun di atas sana :)
Tempat-tempat menarik di puncak, kononnya.
Pemandangan dari puncak gunung. Kurang jelas sbb agak berkabus.
Yg kelihatan adalah Pulau Dayang Bunting, Langkawi.
Sawah padi. Kedah kan negeri Jelapang Padi :)

P/s: Bile la nak p jalan-jalan lagi...

Wednesday, August 11, 2010

Hari pertama

Salam ~

Alhamdulillah. Masuk hari kedua Ramadhan di tanah air. Mungkin di sesetengah tempat, Ramadhan mereka baru bermula. Tak kira di mana dan bila, bulan mulia ini tetap disambut meriah dan penuh kesyukuran.

Seronok melihat post-post mengenai Ramadhan di blog-blog. Tak kurang juga status-status di FB. Belum masuk SMS-SMS kiriman dari kenalan masing-masing. Di tv, radio dan akhbar pun heboh mengenainya. Syukur alhamdulillah..semangat Ramadhan itu masih ada dan sering ditiupkan. Moga amal ibadah yang kita lakukan juga sekencang dan sehebat promo besar-besaran tersebut.

1 Ramadhan  pastinya punya bermacam ragam dan pelbagai cerita. Ye lah, hari permulaan. Aku sendiri pun, berdepan dengan banyak perkara di hari pertama Ramadhan kali ni. Di awal pagi, mestilah rasa liat nak bangun sahur. Al maklumlah, selalu bangun untuk solat Subuh je. Tu pun kira ok lah mak kejutkan untuk hidang makanan je. Kalau disuruh bangun lagi awal untuk masak, hai..alamat tak makan sahurlah. Mak kita memang hebat kan? Boleh bangun awal nak siapkan makanan, dan merekalah yang nanti pening memikirkan juadah berbuka.

Si adik pulak, baru disuruh belajar berpuasa penuh. Asyik mengadu tak larat sambil mengusap-usap perut yang lapar. Nak mintak simpati untuk berbuka kononnya tu. Kami terus-terusan memberi semangat untuk adik teruskan puasa. Biar dia belajar. Upah? Tu lah motivasi utama. Mak ngan ayah dua-dua janjikan habuan istimewa kalau adik berjaya puasa penuh. Ustaz kata, boleh janji bagi upah kat budak-budak kecik yang berpuasa sebab ni merupakan psikologi untuk ajar diorang berpuasa. Kalau dah besar harapkan upah jugak baru nak puasa, dah jadi rahsuah tu. Hai..takkan kalah ngan budak kecik kan? :P

Sempat la jugak ke shopping mall. Bukan nak beli baju raya, tapi berhajat nak cari buku buat bahan bacaan di masa senggang masa bulan puasa ni. Quran jangan lupa baca jugak. Kalau boleh, satu juzuk satu hari. Yang ni tak berapa best. Langkah je keluar kereta, telinga ni tertangkap kat irama yang berkumandang kat shopping mall tu. Aik, baru satu hari puasa, dah pasang lagu raya? Apekah? Patutnya, semangat puasa tu yang kena lebih. Raya tu nanti-nantilah. Adoii laa...

Waktu berbuka memang paling ditunggu-tunggu la. Letih jugak berpuasa pada hari pertama. Dari tahun ke tahun, bila dah faham erti berpuasa, juadah berbuka pun dah tak sebanyak dan sedahsyat dulu-dulu. Cukuplah dengan hidangan ala kadar. Asal dapat hilang lapar dan dahaga, alhamdulillah. Tetap rasa spesel tambah-tambah tyme ni lah nak kumpul ramai-ramai dan berbuka bersama family tersayang. Kalau dulu-dulu, kuih je dah berjenis-jenis, air berkaler-kaler n lauk pauk berpinggan pinggan. Amalan bertukar-tukar juadah dengan jiran tetangga, masih diamalkan.

Usai tiba waktu Isyak, suasana meriah di masjid-masjid dan surau-surau. Semua berkobar-kobar nak bertarawikh. Tak kira buat 8 rakaat atau 20, yang penting ibadah ni dilakukan dengan ikhlas. Syukur dapat peluang untuk bertarawikh lagi. Tak kurang jugak rasa rindu nak bertarawikh dengan sahabat-sahabat bila teringat zaman sekolah dulu. Apa pun, moga segala amal ibadat yang dilakukan akan diterima oleh Nya.

Sudah berkurang satu hari. Moga hari-hari seterusnya berjaya jugak diharungi dengan sepenuh hati. Harapan agar tak disia-siakan walau sesaat pun masa di bulan mulia ini. Kerana masih banyaknya kurnia dan hikmah yang perlu kita cari. Wallahua'lam.

Sunday, August 8, 2010

Marhaban ya Ramadhan...

Salam ~

Tetamu yang mulia dan bertaraf VVIP itu bakal bertandang kembali. Dalam 2 hari lagi insyaAllah. Mudah-mudahan dipanjangkan umur kita untuk bertemu dengannya.

Tetamu yang ditunggu-tunggu dan bakal membawa rahmat itu adalah bulan Ramadhan. Bulan teristimewa, bulan barakah dan bulan pengampunan. Allah telah menjanjikan sebesar-besar ganjaran buat hamba-hambaNya yang meraikan Ramadhan dengan amal ibadah serta amal-amal soleh. Dalam bulan inilah seharusnya kita melatih iman dan diri kita ke arah yang lebih baik. Betapa luas peluang yang diberi olehNya untuk kita umat Islam untuk terpilih memasuki institusi pentarbiyahan yang datangnya selama sebulan dalam setahun.

Nabi pernah bersabda, " Celaka atas orang-orang yang bilamana Ramadhan berlalu, namun tiada perubahan yang berlaku pada dirinya ". Na'uzubillah, alangkah ruginya jikalau kita termasuk dalam golongan tersebut. Sesungguhnya kemahuan untuk berubah dan memanfaatkan peluang tersebut adalah atas diri kita sendiri. Seperti kata Imam Ghazali, " Titik-titik kekuatan itu ada bersama kita iaitu di qalbu ". Maka, marilah kita menjadikan kata-kata ini , " Aku ingin jadikan Ramadhan tahun ini lebih baik daripada yang sebelumnya ", sebagai motto kita pada Ramadhan kali ini.

Selain itu, marilah juga kita tanamkan beberapa azam sempena Ramadhan yang bakal tiba ini. 
  • Berazam untuk mengkhatamkan Al-Quran. 
  • Berazam untuk taubat nasuha.
  • Berazam untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik mula untuk beramal soleh dan beristiqamah dengan setiap amalan-amalan tersebut.
  • Berazam untuk mengerjakan sebanyak mungkin kebaikan sekaligus mendapat ganjaran yang berlipat kali ganda.
  • Berazam untuk memperbetulkan akhlak dan mengamalkan akhlak-akhlak yang terpuji.
  • Berazam untuk menyebarkan agama melalui cara hidup Islam, cara berpakaian, berkomunikasi dsb.
  • Berazam untuk menyediakan perancangan ibadah agar tiada masa yang terbuang dan melaksanakannya i.e lepas sahur nak buat apa dsb.

Tidak lupa juga, sentiasa banyak berdoa dengan doa-doa yang maksur seperti : 
Doa Paling Afdal Dibulan Ramadan

Maksudnya : Ya Allah ya Tuhanku, Engkaulah Tuhan yang sangan suka mengampun, ampunkanlah dosa-dosaku.

Mudah-mudahan, azam dan cita-cita kita untuk merebut peluang keemasan di bulan mulia ini akan tercapai. Wallahua'lam.

AHLAN YA RAMADHAN & SALAM RAMADHAN KAREEM BUAT SELURUH UMAT ISLAM.

Saturday, August 7, 2010

Minggu yang bermakna ( Part III )

Salam ~

Dalam minggu yang sama jugak, aku berkesempatan untuk menghadiri sebuah program pre departure untuk adik-adik yang bakal melanjutkan pelajaran ke luar negara. Tahun lepas aku pernah menyertai program ini sebagai peserta bersama rakan-rakan kolej dan tahun ini Alhamdulillah aku kembali berpeluang menyertainya sebagai fasilitator.

WOW ataupun Wonderful Overseas Weekend anjuran iLuvIslam sememangnya menjanjikan pengalaman yang cukup berharga. Bukan saja buat mereka-mereka yang bakal terbang, bagi aku sendiri yang dah pun belajar di sana tetap mendapat manfaat serta dapat mempelajari banyak perkara-perkara baru. Sayangnya, aku tak berkesempatan mengikuti kesemua slot terutama slot kupasan hadith oleh ustaz Ridha dan slot Fiqh Travellers oleh ustaz Hasrizal atas sebab urusan lain. 

Walau bagaimanapun, aku bersyukur kerana diberi peluang untuk berkongsi pengalaman bersama adik-adik di samping dapat mempelajari sesuatu daripada mereka. Ternyata setiap apa yang dibincangkan selama 4 hari 3 malam kami berkampung di NUR Bukit Unggul Sepang tersebut sebenarnya amat berguna untuk dipraktikkan ketika kita menjadi perantau dan pelajar di negara orang. Segala cabaran dan dugaan hidup di luar negara nanti insyaAllah dapat ditempuh dengan sebaik mungkin berbekalkan semangat dan bekalan ilmu pengetahuan yang dah diperolehi sepanjang program WOW ini.

To all the juniors, facilitators and committees:
Nice knowing you all :) Korang memang WOW!!!
And remember our theme , " ACE your Pace "
Anticipate change, Change happens and Enjoy change!
Moga Allah permudahkan segala urusan kita, ameen...



Adik-adik kumpulan aku : Amirah, Sofia dan Aishikin
Junior KISAS dan KDU : Amira Zulaikha
Rakan-rakan fasi : Nadiah Baharin, Ain dan Ema
Rakan-rakan fasi : Dijah dan Kak Farah
AJK Promosi yg sememangnya WOW, Farahin
Rakan fasi: Kak Yana

Friday, August 6, 2010

Minggu yang bermakna ( Part II )

Salam ~

Minggu yang sama. Dah puas meronggeng dengan rakan-rakan KDU, minggu yang bermakna tu diserikan lagi dengan pertemuan jejak kasih bersama sahabat-sahabat KISAS pulak. Yang ni lebih meriah. Bertemunya kami di majlis kenduri seorang sahabat iaitu Fathiyyah di Gombak. Kira ni yang paling gempak jugak sebab ramai di antara kami yang dah pulang ke tanah air. Kalau kenduri-kenduri sahabat sebelum ni, tak ramai yang berpeluang untuk hadir dan berkumpul beramai-ramai.

Aku dan Ema amik one day off hari tu from program WOW sebab nak ke kenduri ni. Alhamdulillah, Tn Pengarah kasik can nak kuar kejap. Janji diatur untuk bertemu dengan sahabat-sahabat ahli rombongan ke kenduri Fathiyyah di KL Sentral. Macam biasa la, bila dah lama tak jumpa, riuh kejap suasana kat platform lrt tu. Tambah-tambah ada kawan baik aku yang sorang tu. Haih, jadi jurukamera la pulak hari tu :P

Ingatkan rombongan kami dah sampai agak lewat, rupanya, kami antara yang terawal. Apa lagi, kami pun pegi la mengadap nasik minyak dulu memandangkan memang tyme tu dah agak lapar. Satu rombongan demi rombongan sahabat-sahabat KISAS mula sampai memeriahkan suasana. Seingat aku, banyak kali jugak kami bercadang nak mintak diri untyuk pulang. Memandangkan makin ramai sahabat-sahabat baru sampai, kami tak jadi-jadi nak balik. Dalam 4 jam lebih jugak la kami kat tempat kejadian. Apepun, rasa seronok sangat dapat berjumpa kembali dengan sahabat-sahabat lama. Dah nampak matang semuanya.

Masa yang paling kami tunggu-tunggu mestilah ketibaan pasangan pengantin. Fathiyyah kelihatan anggun berjubah putih ditambah dengan senyuman yang manis terukir di bibir Kalau sang pengantin berdebar, kami yang melihat ni pun tak kurang berdebarnya. Macam tak percaya kami menghadiri kenduri kahwin sahabat sendiri. Apa-apapun, Alhamdulillah, Fathiyyah dah selamat bergelar isteri dan Puan. Didoakan agar Fathiyyah dan suami berbahagia hingga ke akhir hayat, ameen... :) 

Lepas ni, sape pulak? Jeng, jeng , jeng...

Ahli rombongan ke rumah pengantin
Pakat dok mengadap nasik minyak
Kek perkahwinan
Bunga telur
Clah, Jihah and Dila
Mira, sang jurukamera terhebat pada hari tu
Ketibaan pengantin
Bersama ibu pengantin, Aunty Zai
Pelamin yang simple but sweet :)
Sesi bergambar bersama pasangan pengantin
Lagi sesi bergambar bersama pengantin
Sebahagian muslimat SPM '06 yang hadir
My dearest Dila, Clah, Yana and Iza
DJ ku chomel
With them and my lovely Shakirah


P/s: Sedikit terkilan sebab tak dapat nak jalan-jalan ngan korang after the kenduri. Sorry..ade rezki iAllah kite jumpe lagi dan ronggeng together gether keyh. Love u all!!!! ;)